INDONESIA negeriku tercinta. Ternyata harus merelakan 85 penduduknya tewas setiap hari akibat kecelakaan lalu lintas jalan. Angka rata-rata itu saya dapat dari data sementara Kepolisian Republik Indonesia (Polri) yang menyebutkan bahwa korban tewas 31.185 jiwa pada 2011. Prihatin.
Boleh jadi angka-angka itu bakal berkembang atau belum sesuai fakta di lapangan. Maklum, sistem pendataan kita masih lemah. Apa yang tercatat masih merupakan puncak gunung es. Tapi, setidaknya itulah potret buram lalu lintas jalan kita. Oh ya, pada 2010, korban tewas sebanyak 31.234 jiwa.
Melongok data sementara milik Korps Lantas Polri terlihat bahwa korban tewas pada 2011 merupakan 17,64% dari total korban kecelakaan yang sebanyak 176.763 orang. Mayoritas korban kecelakaan menderita luka ringan, yakni sekitar 61,56%. Sedangkan korban luka berat sekitar 20.80%.
Fatalitas kecelakaan lalu lintas pada 2011 jika dibandingkan setahun sebelumnya memang kian menurun. Namun, dari jumlah kasus kecelakaan angkanya meningkat walau tipis. Kenapa jumlah kecelakaan masih tinggi?
Pasti ada segudang alasan. Dimulai dengan meningkatnya populasi penduduk, kemudian meningkatnya jumlah kendaraan, membuat lalu lintas jalan menjadi kian pengap. Membludaknya kendaraan pada 2011 membuat potensi kecelakaan kian melebar. Terutama meningkatnya jumlah kendaraan pribadi seperti mobil dan motor.
Pada 2011, di seluruh Indonesia, keterlibatan sepeda motor dalam kecelakaan mencapai sekitar 70%, sedangkan mobil pribadi dan mobil barang masing-masing sekitar 12%. Selebihnya melibatkan bus (3%), kendaraan khusus (1%), dan kendaraan non-motor (2%).
Pemicu kecelakaan tertinggi masih didominasi oleh perilaku para pengendara. Perilaku berisiko seperti tidak tertib dan lengah, merupakan kontributor utama terhadap kecelakaan. Tidak tertib berarti para pengemudi tidak memedulikan aturan lalu lintas jalan yang ada. Misalnya saja, menerebas bahu jalan atau melawan arus.
Sedangkan faktor kelengahan bisa dipicu beragam faktor. Bisa saja karena letih, mengantuk, atau berponsel saat berkendara. Padahal, kita semua tahu, berkendara membutuhkan konsentrasi yang tinggi. Dalam dua detik, sebuah keputusan penting harus dibuat. Salah perhitungan, bisa-bisa masuk rumah sakit atau lebih fatal lagi. Semoga kita terhindar dari kecelakaan. (edo rusyanto)
Sumber edorusyanto.wordpress.com

