Kecelakaan maut yang akhir-akhir ini sering terjadi di beberapa daerah, disikapi Kementerian Perhubungan RI dengan akan memperketat cara pengujian serta merevisi uji kelayakan kendaraan. Hal tersebut dikatakan Direktur Jendral Hubungan Darat Kemenhub Soeroyo Alimuso, saat di hubungi via ponselnya. Senin (13/2).
Menurut Soeroyo, sesuai dengan salah satu tujuan ditjen Kemenhub yang memberikan bimbingan teknis dan evaluasi pada awak kendaraan bis.“Pembina khususnya tanggung jawab kami, kita sudah lakukan penyuluhan-penyuluhan, serta kami pun memberikan reward kepada transportasi yang terbaik,”ujarnya melalui pesan singkatnya.
Kemenhub, kata dia, akan memperketat tata cara pengujian, dan bila dimungkinkan merevisi uji kelayakan kendaraan menjadi lebih cepat dari yang diberlakukan sekarang ini, selain itu menteri perhubungan darat memiliki solusi dalam menghadapi masalah ini. “kedepannya kami secara bertahap penyiapan terminal dengan baik, pengaturan jam perjalanan serta pengujian kendaraan bermotor baik untuk petugas maupun pengusaha untuk itu kami pun akan memperbaiki fasilitas-fasilitas jalan,”tegas pria yang tinggal di Depok ini seraya mengatakan dirinya tengah berada di Surabaya Jawa Timur.
Seperti diketahui, kecelakaan yang menelan korban saat ini sedang banyak terjadi, salah satunya yang baru terjadi, Jumat malam (10/2) kemarin bus Karunia Bakti dengan no pol Z 7519 DA lepas kendali dan menabrak 1 bus besar, 6 mobil kecil dan 4 motor yang sedang terparkir di pinggir jalan. Setelah menyeruduk kendaraan-kendaraan kecil tersebut, bus kemudian oleng ke kanan dan menabrak bus Doa Ibu yang datang dari arah berlawanan, selajutnya menabrak warung baso dan villa, al ini tentunya menjadi pekerjaan rumah terhadap mentri perhubungan darat khusunya
Sumber SapulidiNews




